Kuasa Rasa

Ujung timur tebet, 1 Oktober 2020

Pada akhirnya
Sejatinya
Kita semua manusia
Tidak pernah menjadi dewa
Bahkan tidak juga separuhnya
Sebab tiap kita punya rasa
Dan merasa
Kadarnya saja yang berbeda
Tergantung ada dimana,
Bagaimana dan mungkin juga kenapa
Karenanya aku tak pernah percaya
Bahwa manusia akan selalu sama
Yang kini baik esok bisa saja bejat
Yang bejat tidak juga selamanya jahat
Yang kini cantik mungkin tak lagi menarik
Yang tak menarik jadi memikat
Yang rendah hati tiba-tiba tinggi
Yang tinggi hati jatuh tersungkur
Beda masa beda rasa
Beruntunglah yang punya kuasa atas rasa
Amat sial mereka yang dipenjara rasa

Akhir akhir pekan

Ujung timur tebet, 21 Juni 2020

Aku ingin hari ini
Tidak pernah berganti
Tetap disini
Temani aku menari
Menyanyi
Dalam tidur hingga kuning mentari
Bunga-bunga rindu
Mulai tumbuh sejak sabtu
Merekah semerbak di hari minggu
Kukecup satu-persatu
Kuhirup dalam-dalam
Sebelum menjadi layu menjelang sore
Ah, senin
Kenapa selalu datang mengganggu
Bisakah kau cuti barang sehari
Biarkan minggu memeluk lebih dari sehari



Entah

Ujung timur tebet, 4 Juni 2020

Ada sesuatu yang selalu menganggu
Menggelitik, menarik kadang mencabik
Jari-jari iri mengikat
Jerat-jerat dengki
Kuat-kuat
Di sini
Di salah satu bagian hati
Bersatu membatu
Tak biarkan aku
Dikalahkannya aku
Selalu
Ah, aku
Tidak kah merasa lelah mengejar entah
Dipacu amarah pada entah
Bertanding melawan entah
Entahlah
Ayolah
Jangan biarkan ia
Walau sekedar sebesar zarah

Kembali Lagi

Ujung timur tebet, 24 Mei 2020

Hari ini dia pergi
Diiring riang wajah berseri
Tapi
Bukankah harusnya bersedih
Berpisah tak pernah menyenangkan
Bisa jadi tak pernah ada lagi pertemuan
Mengingat apa yang selalu dibawanya saat datang
Dan betapa mulia dirinya
Apa pasal melepasnya dengan gembira
Apakah karena tak ada lagi lelah bangun pagi?
Tak perlu menahan perih lambung hingga mentari pergi?
Pegal kaki terlalu lama berdiri?
Atau bosan dengan bacaan yang tak dimengerti?
Hari ini
Yang seharusnya fitri
Semua hilang bersamanya pergi
Aku malah berjingkrak menari
Rayakan kebebasan lagi
Menyimpan kembali semua ke dalam laci
Atau lemari
Membiarkannya berdebu hingga nanti
Jika sempat bertemu kembali
Ah, betapa bodohnya.
Na'uudzubiLlaahi min dzaalik

Takut terbiasa



Ujung timur tebet, 23 Mei 2020

Ketika semua seperti jauh dari sudah
Dan terasa semakin sama
Katanya kita harus terbiasa
Menjadi maklum pada yang tak pernah lumrah
Menatapmu separuh wajah
Dengan jarak di antara
Menerka rasa pada binar mata
Adakah kau bicara, tersenyum, tertawa
Atau geram menahan marah
Tanpa hangat erat pelukan atau sekedar tangan yang berjabat
Sesekali melingkar dalam jejaring
Bising namun sepi di keliling
Canggung kala mendadak hening
Terkurung dalam ruang dan waktu yang luang
Masjid yang lengang
Suara muadzin murung kehilangan tuah
Ibadah-ibadah tanpa jamaah
Dalam sempit sehelai sajadah
Sendiri
Ngeri
Jiwa yang pergi
Tak pernah kembali
Tanpa perayaan, penghormatan
Atau sekedar kata perpisahan
Mudah-mudahan ini hanya sementara
Sungguh aku takut jika nanti jadi biasa

Latte dan Croissant Keju

Ujung timur tebet, 4 Mei 2020

Dari dalam jenuh
Ku ketuk pintumu dari jauh
Mencari sela pada jendela
Untuk selipkan rindu
Pada deru suara merdu
Gigi gerigi yang beradu
Semerbak menyeruak
Bersama uap hangat mengasap
Dan cinta yang larut
Hanyut
Dalam bual tanpa asal
Bincang tak berhujung
Gunjing jauh dari rampung
Betapa aku rindu
Pada dulu
Duduk di situ
Di bangku jangkung
Bundar tak bersandar
Tempat biasa ku menunggu
Senyummu membawakanku
Secangkir latte dan croissant keju

Gembira Bicara Tanpa Suara


Ujung timur tebet, 18 April 2020

Kita bertukar kata tanpa suara
Berbagi cerita tanpa bicara
Mencoba mengingat rupa dalam kepala
Berharap untuk tak kehilangan rasa
Dari setiap kata dan tanda baca
Pada awal senja di waktu yang tak biasa
Kita saling melempar sapa serta canda
Sesekali tertawa dengan emoji
Jemari menghibur jiwa dari raga lelah terisolasi
Cerita-cerita tak berfaedah
Soal kopi dalgona dan warung kopi bersahabat lagi ramah
Soal band punk favorit saat SMA
Sekedar menghindar dari jengah
Atas berita dan statistik angka-angka
Perdebatan benar atau salah penambah gelisah
Saat ini
Kita sangat butuh gembira
Walau tidak sempurna
Hingga nanti
Kita bisa lagi bicara
Dengan semestinya