Bawalah bebanmu yang bertumpuk memberatkan pundak.
Bawalah persoalanmu yang ruwet berkelindan menyesakkan dada.
Bawalah lelahmu yang menguras tenaga dan pikiran.
Di sini, kita akan menemukan tenang dan damai.
Bukan karena persoalan yang serta-merta selesai,
melainkan karena di sini kita kembali belajar pasrah —
kepada Dia Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Di sini, kita kembali merajut keyakinan,
bahwa hanya kepada-Nya kita meminta,
dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.
Ya, kembali.
Karena sejatinya Dia tidak pernah meninggalkan kita.
Demi waktu dhuha dan malam yang sunyi,
sekali-kali Dia tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.
Kitalah yang meninggalkan-Nya.
Larut dalam kesibukan seolah semua berada dalam kendali kita,
tenggelam dalam urusan dunia seakan itu yang paling penting,
hanyut dalam sedih serta putus asa seolah hidup begitu kejam kepada kita.
Kita lupa bahwa sesungguhnya kita lemah,
dan tidak memiliki daya serta upaya
kecuali dengan izin-Nya.
Ingatlah kembali nikmat yang telah Dia anugerahkan:
pengasuhan dan kasih sayang,
rezeki dan petunjuk. Ingatlah, tanpa Nya kita bukan apa-apa.
Lalu mengapa kita berhenti bersyukur?
Mengapa kita berhenti berdoa dan meminta pada Nya?
Bukankah pada akhirnya ketetapan-Nya yang kita cari,
dan ridho-Nya yang kita rindukan?
Di kota yang suci,
di masjid yang agung,
di dekat makam Nabi yang mulia,
kita kembali ke pelukan-Nya —
sebagai hamba yang lemah dan rapuh,
yang memohon pertolongan-Nya,
yang merajut harap pada rahmat-Nya,
dan membangun yakin pada kebesaran kuasa-Nya.
Ya Allah,
kami datang kembali kepada-Mu.
berkenanlah Engkau menghilangkan lelah kami,
mengangkat beban kami,
dan menyelesaikan persoalan kami dengan cara-Mu yang paling lembut.
Jadikan kami hamba yang bersyukur dan ikhlas atas setiap ketetapan-Mu.
Anugerahkan kepada kami hati yang tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar